RISET dan MAKALAH Pariwisata

RISET & MAKALAH

Tinjauan Terhadap Rancangan Peraturan Presiden Tentang Pengawasan dan Pengendalian Kepariwisataan
Basuki Antariksa. Tulisan ini disusun sebagai analisis terhadap Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengawasan dan Pengendalian Kepariwisataan, sebagai tindak lanjut amanat Pasal 23 ayat (1)(d) Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban untuk mengawasi dan mengendalikan kegiatan kepariwisataan dalam rangka mencegah dan menanggulangi berbagai dampak negatif bagi masyarakat luas. Berkaitan dengan hal tersebut, di bawah ini diuraikan beberapa hal yang dianggap penting untuk dikaji atau dimodifikasi dalam rangka membantu penyempurnaan rancangan peraturan dimaksud.
Tingkat Apresiasi Penonton terhadap Pertunjukan Seni Multikultur
Oleh Bakti Utama, S.Ant. Tulisan ini berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan terintegrasi dalam sebuah pertunjukan seni di Kotamadya Pekalongan, Jawa Tengah pada tanggal 28 Mei 2010. Secara historis, lokasi penelitian ini telah menjadi kota pelabuhan bahkan sebelum massa kolonial. Hal ini berarti interaksi antar suku bangsa juga telah terjadi dalam kurun waktu yang lama di kawasan ini. Dengan pertimbangan latar belakang lokasi pertunjukan dengan tingkat keanekaragaman budaya yang tinggi inilah diharapkan penelitian ini menjadi tepat sasaran.
Pengelolaan Keragaman Budaya
Mikka Wildha Nurrochsyam et.al. Kota Pontianak dan Jambi merupakan wilayah dengan beragam komunitas etnis dan budayanya masing-masing. Dalam interaksi sosial antarkomunitas etnis itu muncul rasa saling menghargai, mempercayai, solidaritas, rukun, damai, dan sebagainya. Namun, di pihak lain dapat terjadi konflik antarkomunitas etnis karena berkembangnya stereotype kelompok, eksklusif, kebencian, curiga, dan rasa terancam.
Pemahaman dan Penguatan Budaya Masyarakat di Daerah Perbatasan
Ernayanti et.al. Penelitian Penguatan dan Pemahaman Budaya Masyarakat di Daerah Perbatasan dilakukan untuk mengetahui dan menemukenali bagaimana masyarakat di daerah perbatasan menguatkan/ mempertahankan dan memahami kebudayaannya sebagai jatidiri/identitas daerah/ bangsa. Mengingat daerah perbatasan sebagai daerah yang bersinggungan dengan negara tetangga dan memungkinkan pengaruh asing/negara tetangga mudah masuk sebagai akibat hubungan yang terjadi.
Pengelolaan Keragaman Budaya: Strategi Adaptasi
S. Dloyana Kusumah et.al. Ketenangan dan kerukunan hidup sesugguhnya merupakan keinginan yang sangat mendasar bagi setiap manusia. Akan tetapi acapkali cita-cita untuk membangun kerukunan dan ketenangan tersebut terganggu oleh macam-macam kendala, terutama adanya perbedaan yang hakiki pada setiap kebudayaan dan penduduknya.
Peranan Pondok Pesantren dalam Apresiasi Seni
Nunus Supardi et.al. Antara pendidikan dan kebudayaan memiliki hubungan yang amat erat. Keeratan hubungan itu sering diibaratkan seperti dua sisi mata uang. Sisi yang satu akan memiliki makna apabila dilengkapi dengan sisi yang sebelahnya.
Pengembangan Strategi Industri Budaya
Budiana Setiawan et.al. Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Penelitian Pengembangan dan Strategi Industri Budaya ini berhasil kami selesaikan. Penelitian ini mencoba menyajikan situasi, kondisi, serta permasalahan yang dihadapi oleh para perajin. Keberadaan para perajin dengan produk-produknya merupakan salah satu sektor pengembangan ekonomi yang tidak boleh diabaikan keberadaannya, karena akan berimplikasi pada sendi-sendi kehidupan masyarakat yang lain, seperti: jumlah tenaga kerja yang terserap, pendapatan asli daerah, pendapatan per kapita masyarakat, jati diri masyarakat di daerah tersebut, dan lain-lain.
Pelestarian Tinggalan Budaya: Kesenian
Nur Suwarningdyah et.al. Dengan mengucapkan puji syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya kami dapat menyelesaikan Laporan Penelitian Tinggalan Budaya: Bidang Kesenian tahun 2007. Penelitian ini dimaksudkan untuk melestarikan kesenian yang hampir punah dan diharapkan dapat dibangun, dibina, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebagai salah satu aset budaya bangsa Indonesia.
PETUNJUK TEKNIS PERAWATAN BENDA CAGAR BUDAYA BAHAN KAYU
Kayu terbentuk dari tiga unsur utama yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin serta unsur tambahan yaitu zat ekstraktif dan zat silika. Selulosa merupakan zat utama pembentuk dinding sel kayu yang merupakan makanan utama bagi rayap. Lignin berfungsi sebagai pengikat antar dinding sel kayu. Hemiselulosa berfungsi sebagai pendukung selulosa untuk membentuk matrik dinding sel. Zat ekstraktif merupakan faktor yang menentukan tingkat keawetan alami kayu, sedangkan zat silika menentukan tingkat kekerasan alami kayu. Zat ekstraktif yang semakin beracun akan mengakibatkan tingkat keawetan alami kayu semakin tinggi. Kandungan silika yang tinggi mengakibatkan kekerasan pada kayu. Kualitas kayu dipengaruhi oleh jenis kayu, berat jenis kayu, umur, posisi kayu di dalam batang, dan musim penebangan kayu.

Keramik Asli Tapi Palsu: Produk Singkawang, Kalimantan Barat
Oleh Naniek H. Wibisono. Mau tempayan antik yang berasal dari Dinasti Tang abad ke-9?; mau mangkuk berelief dari Dinasti Song? atau mau tempayan dililit naga dari Dinasti Ming?. Berbagai bentuk keramik asli tiruan yang betul-betul seindah aslinya ini dapat diperoleh di Singkawang, Kalimantan Barat.

Kompleks Percandian Batujaya (I)
Oleh Agustijanto. Karawang sebagai salah satu kota di pesisir utara Jawa Barat selama bertahun-tahun telah dikenal sebagai lumbung beras nasional, Namun sebenarnya prestasi kota ini tidak sekadar sebagai penghasil beras semata. Pada zaman perang kemerdekaan, kota ini mengukir sejarah ketika sekelompok pemuda mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia dengan membawa Soekarno Ke Rengas Dengklok.
Kompleks Percandian Batujaya (II)
Agustijanto. Penelitian arkeologi di Komplek Percandian Batujaya dapat dikatakan belum tuntas, di samping puluhan bangunan candi sebagai objek utama dalam komplek pemujaan, juga terdapat bangunan hunian dan sumur sebagai unsur pendukungnya.
Krtanagara
Bambang Budi Utomo, arkeolog yang sangat produktif menulis artikel. Krtanagara adalah raja kelima sekaligus terakhir dari Kerajaan Singhasri di Jawa Timur yang pernah jaya pada akhir abad ke-13 Masehi (1222-1292 Masehi). Sejak tahun 1254 Masehi sudah dinobatkan oleh ayahnya Wisnuwardhana sebagai yuwarja (rajamuda)

Candi Jajawi
Oleh Bambang Budi Utomo. Candi Jajawi yang lebih dikenal dengan nama Candi Jawi ini, terletak di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, di sebuah lembah sisi timurlaut Gunung Arjuna pada ketinggian +285 meter d.p.l.

Candi Singosari
Oleh bambang Budi Utomo. Candi Singosari sebenarnya merupakan contoh sebuah bangunan candi yang belum sepenuhnya selesai dikerjakan Meskipun demikian, pada candi ini tersimpan suatu karya seni yang tinggi, terutama seni arca. Di candi inilah ditemukan puncak kesenian Indonesia purba.
Percandian Padanglawas
Oleh Bambang Budi Utomo. Di daerah Padang Lawas yang merupakan dataran rendah yang kering, pada masa lampau mungkin tidak pernah menjadi pusat pemukiman, dan hanya berfungsi sebagai pusat upacara keagamaan. Meskipun daerah ini dapat dicapai melalui jalan sungai dan jalan darat, yang dapat berarti tidak terisolir, tetapi lingkungan Padanglawas yang sering bertiup angin panas tidak memungkinkan untuk bercocok-tanam. Oleh karena itulah, diduga bahwa pemukiman masyarakat pendukung budaya biaro Padanglawas seharusnya bermukim di daerah muara Sungai Pane dan Barumun, tidak di sekitar kompleks percandian.

Pariwisata Budaya dan Peran Serta Masyarakat
Makalah pendek ini dibawakan oleh Ratna Suranti dalam Workshop Wisata Budaya Bagi Kelompok Masyarakat Provinsi DKI Jakarta, 12 Juli 2005.

Pembangunan Sektor Pariwisata di Era Otonomi Daerah
Oleh Dr. Sapta Nirwandar. Angka perjalanan wisata di dalam negeri (pariwisata nusantara) tetap menunjukan pertumbuhan yang berarti. Di tahun 2005 diperkirakan terjadi 206,8 juta perjalanan (trips) dengan pelaku sebanyak 109,9 juta orang dan menghasilkan pengeluaran sebesar Rp 86,6 Triliun.
Pemberdayaan Masyarakat Seni Tradisi dalam Industri Pariwisata Budaya
Makalah oleh Triono Saputro, disusun sebagai bahan untuk seminar “Pariwisata Seni Budaya Memberdayakan Masyarakat Seni Tradisi”, Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia tanggal 24 Agustus 2005.

About raiutama

igustibagusraiutama@gmail.com
This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s