PARIWISATA KESEHATAN DI JAWA BARAT

PARIWISATA KESEHATAN DI JAWA BARAT

Oleh:

Iim Rogayah D.

  1. PENGANTAR

Era globalisasi memberikan dua jenis pengaruh yang saling bertolak belakang dan sama kuat. Negara yang terlibat di dalamnya akan memperoleh berbagai keuntungan materi yang luar biasa. Dunia bisnis import-export akan berkembang dengan pesat karena tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu; transaksi berharga jutaan dollar bisa dilakukan dengan siapa saja, kapan saja tanpa harus mempertimbangkan lokasi dan situasi. Berbagai informasi tentang politik, sosial dan budaya negara lain dapat dengan mudah diakses di mana saja dan kapan saja. Apa yang sedang berlangsung di suatu Negara dapat dilihat dan didengar pada waktu yang sama dengan akurat kalaupun ada perbedaan waktu bias diatasi dengan penyesuaian waktu.

Kondisi ini membantu masyarakat yang hidup di Negara yang bersangkutan untuk lebih maju, lebih berwawasan, lebih kompetitif dalam segala hal. Secara duniawi mereka yang kuat dan berkualitas akan mampu bersaing dan mungkin malah menguasai dunia. Kalangan elite Indonesia dapat menikmati kehidupan dunia yang glamour sebagaimana mereka yang berasal dari Negara maju. Bukan lagi menjadi rahasia umum bahwa kalangan atas Indonesia menyekolahkan anaknya di luar negeri, memilikiapartment di USA, Australia, dan negera Negara maju lainnya. Pesawat terbang menjadi sarana angkutan pribadi yang sangat efesien dan berbagai jenis mobil mewah lalu lalang di kota-kota besar Indonesia.

Di lain pihak anggota masyarakat yang tidak cukup kuat dan kurang mampu bersaing semakin lama semakin tersisih dari peredaraan globalisasi. Hukum rimba mulai menerpa masyarakat yang terlibat secara aktif sehingga mereka yang kuat semakin kuat dan yang menengah atau kalangan bawah semakin lemah. Kondisi ini dapat memicu munculnya berbagai kendala dan ketegangan yang pada akhirnya menimbulkan berbagai penyakit baik fisik maupun psikis, mulai dari yang ringan dan dapat disembuhkan dengan mudah sampai penyakit yang tidak ada obatnya.

Berkenaan dengan fenomena di atas pemerintah melalui undang-undang perburuhan telah merumuskan hak-hak sosial termasuk hak berlibur dan beristirahat dalam upaya memelihara supaya orang merasa selalu sehat dan segar baik fisik maupun mentalnya. Berlibur dan beristirahat hendaknya tidak ditafsirkan istirahat diwaktu senggang saja melainkan hak berlibur dan beristirahat ditujukan untuk memberi arti yang wajar pada hari-hari libur atau cuti guna kesehatan dan kesegaran fisik dan mental seseorang dengan berwisata.

Di masa lampau berlibur atau beristirahat merupakan sesuatu yang mewah namun setelah kemajuan berpikir masyarakat lebih mendalam dan ilmiah terjadi pergeseran nilai dan khusus bagi masyarakat kaum pekerja, tani, pelajar dan golongan kecil lainnya libur dan istirahat adalah rekreasi dan relaksasi yang sepenuhnya ditujukan untuk kesehatan mental dan fisik mereka.

Ilmu kedokteran berkembang dengan pesat begitu pula berbagai jenis pengobatan alternatif baik yang dilakukan oleh seorang profesional maupun amatir. Bertolak dari fakta-fakta tersebut, makalah ini akan mencoba membahas peranan pariwisata kesehatan dalam memajukan kepariwisataan di Indonesiakhususnya di Jawa Barat.

Selengkapnya! Kunjungi

Url: http://irdanasputra.blogspot.com/2009/11/pariwisata-kesehatan.html

About raiutama

igustibagusraiutama@gmail.com
This entry was posted in Journal, Leisure, News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s