KAJIAN PARIWISATA DARI PERSPEKTIF EKONOMI

Posted on Updated on

MajapahitMenurut  arti  katanya,  pariwisata  berasal  dari  bahasa  Sansekerta  yang  terdiri dari dua kata yaitu kata Pari dan kata Wisata. Kata Pari berarti penuh,  seluruh, atau semua dan kata wisata berarti perjalanan. Menurut Yoeti (2003),  syarat  suatu  perjalanan  disebut  sebagai  perjalanan  pariwisata  apabila: (1) Perjalanan  dilakukan  dari  suatu  tempat  ke  tempat  yang  lain,  di  luar  tempat  kediaman orang tersebut biasa tinggal; (2) Tujuan perjalanan semata-mata untuk  bersenang-senang,  dan  tidak  mencari  nafkah  di  tempat  atau  negara  yang  di  kunjunginya; (3) Semata-mata sebagai konsumen di tempat yang dikunjungi.

Menurut Wahab (1992) pariwisata mengandung tiga unsur antara lain: manusia  yakni unsur insani sebagai pelaku kegiatan pariwisata, tempat  yakni unsur fisik yang sebenarnya tercakup oleh kegiatan itu sendiri dan waktu yakni unsur tempo yang dihabiskan dalam perjalanan tersebut dan selama berdiam di tempat tujuan. Jadi definisi  pariwisata  adalah  salah  satu  dari  industri  baru  yang  mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup dan dalam hal mengaktifkan sektor produksi lain di dalam negara penerima wisatawan.

Sementara menurut Spillane, (1993) pariwisata adalah suatu jasa dan pelayanan. Berdasarkan  Undang-undang  Nomor  9  Tahun  1990,  usaha  pariwisata  dibagi  menjadi  tiga  kelompok utama, yaitu: usaha jasa pariwisata, pengusahaan obyek dan daya tarik  wisata dan usaha sarana pariwisata. Sedangkan yang dimaksud dengan usaha  adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa untuk dijual dalam suatu lokasi tertentu   serta mempunyai catatan administrasi tersendiri dan ada salah satu orang yang bertanggung jawab.

            Pariwisata  adalah  kegiatan  yang  bertujuan  menyelenggarakan  jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut. Sesuai dengan Undang-undang RI No. 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan, usaha pariwisata digolongkan ke dalam

 

a). Usaha Jasa Pariwisata, timbul karena adanya berbagai macam keperluan dan  kebutuhan bagi wisatawan akan mendorong tumbuhnya berbagai jenis usaha  jasa pariwisata yang menyediakan keperluan bagi wisatawan serta bertujuan  untuk  membantu  kelancaran  perjalanan  calon  wisatawan.  Usaha  jasa  pariwisata terdiri dari:

Selengkapnya FullPaper

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s